FGD Peningkatan Maturitas SPIP di UIN KHAS Jember Dorong Penguatan Tata Kelola Internal

JEMBER, 9 OKTOBER 2025 – Upaya memperkuat tata kelola
dan akuntabilitas di lingkungan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad
Siddiq (UIN KHAS) Jember terus digencarkan. Melalui kegiatan Focus Group
Discussion (FGD) bertema “Peningkatan Maturitas SPIP”, Satuan
Pengawasan Internal (SPI) UIN KHAS Jember menghadirkan forum diskusi yang
diikuti pimpinan universitas dan seluruh unit kerja pada Kamis (9/10). Kegiatan
ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan penerapan Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) guna mewujudkan tata kelola perguruan
tinggi yang transparan dan berintegritas.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor UIN KHAS
Jember, Prof. Dr. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM. Dalam sambutannya, ia menegaskan
bahwa penguatan SPIP merupakan bagian penting dari upaya membangun budaya
organisasi yang sehat dan bertanggung jawab. Menurutnya, penerapan SPIP tidak
boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus menjadi bagian dari karakter
dan etos kerja seluruh sivitas akademika. “SPIP bukan sekadar instrumen
pengawasan, tetapi bagian integral dari budaya organisasi yang sehat. Melalui
kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh unsur di UIN KHAS Jember
mampu memahami dan mengimplementasikan SPIP secara efektif dalam setiap lini
kerja,” ujar Prof. Hepni di hadapan peserta FGD.
Sebagai narasumber utama, Taufik Kurrohman, S.E.,
M.SA., Ak., Ph.D., menyampaikan paparan komprehensif mengenai strategi
peningkatan maturitas SPIP di lingkungan institusi pendidikan tinggi. Ia
menjelaskan tahapan pengukuran maturitas, kendala yang kerap muncul, serta
langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan untuk memperkuat sistem
pengendalian internal. Dalam paparannya, Taufik menekankan pentingnya sinergi
antara manajemen risiko, pengendalian internal, dan budaya integritas dalam
membangun organisasi yang adaptif dan akuntabel. “Kunci peningkatan
maturitas SPIP terletak pada sinergi antara manajemen risiko, pengendalian
internal, dan budaya integritas. Ketiganya harus berjalan beriringan agar
pengawasan internal tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif,”
jelasnya.
FGD tersebut juga dihadiri oleh Kepala Biro
Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN KHAS Jember, Dr. H.
Nawawi, M.Fil.I., beserta jajaran pimpinan fakultas dan unit kerja. Kehadiran
para pimpinan universitas menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memperkuat
sistem pengawasan dan meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan di
lingkungan kampus.
Sementara itu, Kepala SPI UIN KHAS Jember, Dr.
Retna Anggitaningsih, S.E., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian
dari upaya kolektif untuk meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya
sistem pengendalian internal. Ia menilai peningkatan maturitas SPIP bukan hanya
menjadi tugas SPI, melainkan tanggung jawab semua pihak di universitas. “SPI
berkomitmen mendampingi seluruh unit kerja dalam meningkatkan maturitas SPIP.
Dengan adanya FGD ini, kami berharap muncul kesadaran kolektif bahwa pengawasan
internal adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas SPI,” ungkap Dr.
Retna.
Melalui diskusi yang berlangsung interaktif, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai implementasi SPIP dan cara menilai tingkat maturitas di masing-masing unit kerja. FGD ini diharapkan menjadi langkah konkret bagi UIN KHAS Jember dalam memperkuat sistem pengendalian internal yang efektif, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip good governance.
Tag :