Hari Kedua In-House Training SPI PTKN: Fokus pada Proses Bisnis Perguruan Tinggi

Jember, 11 Oktober 2024 – Memasuki hari kedua In-House Training (IHT) dengan tema Perencanaan Berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi Satuan Pengawasan Internal (SPI) Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia, sesi pelatihan kali ini berlangsung di Hotel Java Lotus Jember. Materi yang disampaikan pada hari kedua ini menyoroti Proses Bisnis Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dengan pemateri Taufik Kurrohman, S.E., M.SA, Ak. Ph.D., CA., CFra., AAPB., CSRS., CSRA., CGAA., CGAE., CIISA., CRMP. Sesi tersebut dipandu oleh moderator Ari Faizatisyam Putra Nusantara, S.E., Ak., M.P., CRMP., CIAPA., CTIA., CRP.
Dalam pemaparannya, Taufik Kurrohman menjelaskan pentingnya pemahaman mendalam tentang proses bisnis dalam konteks perguruan tinggi, terutama terkait tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel. "Proses bisnis di perguruan tinggi harus dikelola dengan baik agar dapat mencapai visi dan misi lembaga dengan efektif," ujar Taufik di hadapan peserta yang berasal dari berbagai PTKN di seluruh Indonesia.
Beliau juga menekankan pentingnya integrasi antara indikator kinerja utama (IKU) dengan proses bisnis yang ada. "IKU berfungsi sebagai alat ukur untuk memastikan setiap langkah dalam proses bisnis berjalan sesuai dengan tujuan strategis lembaga. Dengan begitu, SPI dapat berperan lebih aktif dalam menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja perguruan tinggi," tambahnya.
Sesi ini mendapat tanggapan positif dari para peserta yang merasa bahwa pemahaman mengenai proses bisnis perguruan tinggi merupakan salah satu aspek yang sangat krusial dalam pengawasan internal. Diskusi yang berlangsung juga melibatkan pertanyaan mendalam mengenai tantangan yang dihadapi oleh SPI dalam menjalankan pengawasan, serta solusi praktis yang bisa diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses bisnis.
Peserta IHT juga diberi kesempatan untuk mengikuti simulasi praktik, di mana mereka belajar bagaimana mengimplementasikan teori proses bisnis ke dalam pengelolaan sehari-hari di lingkungan PTKN masing-masing. Simulasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman praktis yang lebih dalam terkait dengan pemantauan dan evaluasi proses bisnis yang efektif.
Hari kedua IHT ini diakhiri dengan harapan agar SPI di setiap PTKN dapat terus mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola proses bisnis yang lebih baik dan akuntabel, guna mendorong peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi di Indonesia.
Tag :