Mengawal Optimalisasi Pendapatan BLU, SPI Gelar FGD Proses Bisnis Berbasis Risiko

Jember – Satuan Pengawasan Internal (SPI) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Proses Bisnis Berbasis Risiko sebagai upaya memperkuat tata kelola organisasi sekaligus mendorong optimalisasi pendapatan Badan Layanan Umum (BLU). Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan unit, fakultas, serta pengelola unit bisnis di lingkungan UIN KHAS Jember.
Kepala SPI, Dr. Retna Anggitaningsih S.E., M.M CRP., CPIA dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan FGD merupakan bagian dari komitmen SPI dalam mendukung peningkatan pendapatan BLU melalui penguatan tata kelola dan pengelolaan risiko pada setiap proses bisnis. Seluruh unit diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak tahap perencanaan sehingga setiap aktivitas tidak hanya memenuhi aspek kepatuhan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi institusi.
Mewakili pimpinan universitas, Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. KHUSNA AMALS.Ag., M.Si. menekankan bahwa paradigma pengelolaan anggaran harus mengalami perubahan. Menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak lagi diukur dari terserapnya anggaran semata tetapi dari manfaat dan nilai yang dihasilkan bagi universitas.
"Jangan hanya berorientasi pada menghabiskan anggaran. Dana yang dikeluarkan harus mampu memberikan manfaat, baik secara akademik maupun finansial, sehingga dapat menjadi sumber nilai dan pemasukan bagi kampus," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa setiap fakultas, lembaga, dan unit kerja perlu memiliki kesadaran terhadap risiko (risk awareness) dalam menjalankan proses bisnis. Sebagai perguruan tinggi berstatus BLU, UIN KHAS dituntut untuk mengelola aset dan sumber daya secara produktif tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi.
Pada sesi materi, narasumber yang merupakan Kepala SPI dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Ridwan, M.Pd.I, memaparkan pentingnya membangun proses bisnis yang berorientasi pada penciptaan nilai (value creation). Menurutnya, orientasi BLU saat ini tidak lagi sebatas melaksanakan kegiatan dan menyerap anggaran, melainkan menghasilkan layanan yang berkualitas, meningkatkan pendapatan, mengoptimalkan pemanfaatan aset, serta mengendalikan risiko melalui tata kelola yang baik.
Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai potensi sumber pendapatan BLU yang di jelaskan oleh pemateri kedua yaitu Dr Diah Ambarumi Munawaroh M.Pd yang menjabat sebagai Manajer Operasional Pusat pengembangan Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membahas mulai dari pengelolaan laboratorium, layanan sertifikasi halal, klinik, LSP, pemanfaatan aset, hingga pengelolaan kantin dan fasilitas kampus. Berbagai persoalan tata kelola, regulasi, pencatatan pendapatan, serta mekanisme pengelolaan keuangan menjadi perhatian bersama agar setiap potensi pendapatan dapat tercatat secara akuntabel dan memberikan kontribusi optimal terhadap penerimaan BLU.
FGD juga menegaskan perubahan paradigma peran SPI yang tidak lagi hanya berfungsi sebagai watchdog, tetapi sebagai strategic partner yang mendampingi unit kerja sejak tahap perencanaan. Melalui pendekatan berbasis risiko, SPI diharapkan mampu membantu setiap unit menyusun proses bisnis yang lebih efektif, memperkuat pengendalian internal, meminimalkan potensi temuan audit, sekaligus mendukung peningkatan pendapatan BLU secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, SPI berharap seluruh unit di lingkungan UIN KHAS Jember dapat menyusun proses bisnis berbasis risiko yang terdokumentasi dengan baik, memiliki tata kelola yang jelas, serta mampu mengoptimalkan setiap potensi layanan dan aset yang dimiliki. Dengan demikian, transformasi tata kelola tidak hanya menghasilkan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menciptakan nilai dan memperkuat kemandirian keuangan universitas sebagai Badan Layanan Umum.
Tag :