FGD “Manajemen Risiko Berdasarkan ISO 31000” UIN KHAS Jember: Langkah Strategis Meningkatkan Tata Kelola Institusi

Jember, 25 Juni 2025 – Satuan
Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN
KHAS) Jember menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Manajemen
Risiko Berdasarkan ISO 31000” pada Rabu, 25 Juni 2025 di Hotel Royal
Jember. Kegiatan ini menjadi langkah awal penguatan sistem tata kelola risiko
di lingkungan universitas, sebagai bagian dari komitmen institusi menuju
manajemen yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II, Dr. Drs. Ainur Rafik, M.Ag., yang
dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas terselenggaranya FGD ini. Ia
menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif strategis untuk memetakan
potensi risiko yang ada di masing-masing unit kerja. “Manajemen risiko
menjadi keniscayaan dalam tata kelola perguruan tinggi. Dengan pemetaan yang
akurat, setiap unit dapat melakukan mitigasi secara lebih sistematis dan
terarah,” ujar Dr. Ainur Rafik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si.,
serta Wakil Rektor III, Dr. Khoirul
Faizin, M.Ag. Selain itu, peserta FGD terdiri atas para Kepala
Unit, Kepala Bagian Akademik dan Umum, Operator Fakultas, Kepala Bagian Tata
Usaha Fakultas, dan Kasubbag Tata Usaha Pascasarjana. Kehadiran berbagai
pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas unit dalam
membangun sistem manajemen risiko yang solid.
FGD ini menghadirkan narasumber utama Taufik Kurrohman, S.E., M.SA, Ak., Ph.D.,
seorang pakar di bidang akuntansi dan manajemen risiko. Dalam paparannya, ia
menguraikan pentingnya penerapan ISO 31000 dalam institusi pendidikan tinggi
sebagai kerangka kerja global untuk identifikasi, penilaian, dan pengendalian
risiko secara berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa budaya risiko harus
menjadi bagian dari budaya organisasi, bukan sekadar kewajiban administratif.
Kepala SPI UIN KHAS Jember, Dr.
Retna Anggitaningsih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari strategi SPI dalam membangun kesadaran kolektif
terhadap pentingnya manajemen risiko. “SPI berkomitmen untuk mendorong
terwujudnya sistem manajemen risiko yang terintegrasi, adaptif, dan aplikatif
sesuai kebutuhan masing-masing unit kerja. Kami percaya bahwa tata kelola yang
baik dimulai dari pemahaman yang baik terhadap risiko,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap unit kerja di UIN KHAS
Jember mampu mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merespons risiko secara tepat
guna. FGD ini juga menjadi ruang dialog strategis antara pimpinan universitas,
SPI, dan seluruh unit kerja untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan
universitas yang unggul dan berdaya saing global.
Tag : Berita Terkini