FGD Penyusunan Manajemen Risiko Hari Kedua: SPI UIN KHAS Jember Perkuat Tata Kelola Melalui Mitigasi Risiko

Home >Berita >FGD Penyusunan Manajemen Risiko Hari Kedua: SPI UIN KHAS Jember Perkuat Tata Kelola Melalui Mitigasi Risiko
FGD Penyusunan Manajemen Risiko Hari Kedua: SPI UIN KHAS Jember Perkuat Tata Kelola Melalui Mitigasi Risiko
Preview

Jember, 26 Juni 2025 — Satuan Pengawasan Internal (SPI) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melanjutkan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Manajemen Risiko pada hari kedua, Kamis (26/6), di Hotel Royal Jember. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem mitigasi risiko institusi berbasis data dan dokumen kelembagaan yang valid.

Kegiatan yang dihadiri oleh para Kepala Unit, Kabag Akademik dan Umum, operator fakultas, para Kabag Tata Usaha (TU) fakultas, Kasubbag TU Pascasarjana, serta Koordinator Tim ini difokuskan pada penyusunan langsung dokumen manajemen risiko oleh masing-masing unit. Peserta didampingi secara teknis oleh narasumber utama, Taufik Kurrohman, S.E., M.SA., Ak., Ph.D., seorang akademisi dan praktisi manajemen risiko.

Berbeda dari hari sebelumnya, pada hari kedua ini setiap peserta diwajibkan membawa dokumen-dokumen pendukung seperti Surat Keputusan (SK), dokumen Organisasi dan Tata Kerja (Ortaker), serta data operasional yang relevan. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat validitas penyusunan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendorong budaya tata kelola berbasis risiko di lingkungan UIN KHAS Jember.

Manajemen risiko bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengendalikan potensi risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi,” tegas Taufik dalam sesi pemaparan.

SPI UIN KHAS Jember menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan internal control dan pengembangan kapasitas kelembagaan dalam rangka menghadapi tantangan tata kelola yang semakin kompleks. Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap unit kerja memiliki peta risiko yang terukur serta rencana tindak lanjut yang aplikatif.

Menurut Ketua SPI, dokumen manajemen risiko yang dihasilkan akan menjadi prasyarat penting dalam integrasi sistem pengawasan internal, perencanaan program, dan penyusunan anggaran tahun mendatang. “Dengan demikian, upaya preventif dapat dilakukan sejak awal, bukan hanya sebagai respons terhadap masalah yang sudah terjadi,” ujarnya.

Usai kegiatan, seluruh peserta diharapkan telah memiliki draf dokumen manajemen risiko masing-masing yang siap ditindaklanjuti dan difinalisasi di tingkat unit. SPI juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan guna memastikan implementasi manajemen risiko berjalan secara konsisten dan terukur. Melalui pendekatan partisipatif, data-driven, dan berbasis praktik terbaik, FGD ini menjadi langkah konkret UIN KHAS Jember dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.


Tag :

Diposting Pada : 26 Juni 2025, 19:05 | Oleh : Admin SPI UIN KHAS Jember
Dilihat : 86